NAVIGATION

TREDNING POSTS

1 Articles | Flash News | Health | Lifestyle | News flash

Mitos Utama dalam Diet

2 Articles | Business | Community | Creative Junkie | Culinary | Culture | Digital Marketing | Directories | Events | Flash News | Lifestyle | News flash | Profesional | Tips

“Communication for Service Excellence&

3 Business | Events | Flash News | News flash | Product Info | Products

Panasonic Hadirkan Commercial AC Divisio

24 Sunday, September 2017

Trik Peluncuran Album Ala Gerald Situmorang

Trik Peluncuran Album Ala Gerald Situmorang

 

Peluncuran album Gerald Situmorang di Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2016.
Peluncuran album Gerald Situmorang di Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2016.

 

Didukung instalasi dan diorama dalam pertunjukan. 

Marketplus.co.id – Musisi Gerald Situmorang akhirnya merilis album fisik dari debut album solonya bertajuk “Solitude”. Peluncuran album dirayakan melalui pertunjukan “Nights of Solitude” yang digelar pada Selasa, 25 Oktober 2016 di RUCI Art Space, Jakarta Selatan.

Di hadapan para penikmat musik dan awak media yang hadir, Gerald memainkan seluruh lagu yang berasal dari album “Solitude”. Pertunjukan berjalan intim disertai obrolan hangat ketika latar belakang lagu demi lagu dijelaskan oleh Gerald dengan gaya yang jenaka.

nights-of-solitude-2

Risa Kumala Sita mendukung pertunjukkan kali ini dengan membangun instalasi dan diorama dari ruangan tempat lahirnya album “Solitude”. Melalui instalasi dan diorama, pengunjung bisa lebih dekat untuk mengenal seorang Gerald Situmorang dan perjalanan musiknya. Pertunjukan yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit akhirnya ditutup oleh sang gitaris yang meletakan instrumennya dan menyapa pengunjung satu per satu.

Pertunjukan digelar selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa, 25 Oktober hingga Kamis 27 Oktober 2016. Pengunjung dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp100 ribu. Beberapa hari sebelum digelar, tiket sudah pterjual habis.

nights-of-solitude-3

Gerald Situmorang yang lahir di Jakarta pada 31 Mei 1989 mulai bermain gitar pada usia 13 tahun. Pada  awalnya, ia belajar di bawah bimbingan Armstrong Pitoi dari New Breeze selama tiga tahun. Kemudian Gerald belajar kepada Nikita Dompas selama satu tahun. Bersama Nikita, dia meningkatkan keterampilan. Gairah Gerald terhadap musik jazz juga mulai tumbuh.

Gerald melanjutkan pelajarannya dengan mengambil sesi privat di Institut Musik Daya dengan Dion Janapria selama satu semester. Selain itu, dia juga berpartisipasi di “Serambi Jazz Workshop” bersama Florian Ross, Henning Sieverts, Wolfgang Haffner, dan Kai Bruckner. Ia juga mengambil Masterclass dengan bimbingan Indra Lesmana.

Gerald memenangkan penghargaan pertamanya pada gelaran ‘eX Jazz Battle 2009 bersama BAG Trio, dan menerima penghargaan khusus “Excellent Duo in Jazz” dengan Gerald & Ryan di Kompetisi JGTC ke-31. Dia juga telah berpartisipasi dalam banyak festival jazz bergengsi di Indonesia seperti Jazz Goes To Campus, Java Jazz Festival, JakJazz Festival, ASEAN Festival Jazz, Java Soulnation, PL Fair dan banyak lagi. Gerald juga turut  berpartisipasi dalam World Youth Jazz Fest 2014 di Malaysia.

nights-of-solitude-7

Pada 31 Januari 2010, ia merilis album debutnya bersama Sketsa “Childhood’s Dream”. Album itu dinominasikan dalam ajang Indonesia Cutting Edge Music Awards (ICEMA) 2010 dalam kategori “Favorite Jazz Song” juga dinominasikan untuk AMI Awards (Anugerah Musik Indonesia) 2011 untuk kategori Jazz / Instrumentalia Jazzy, artis penampil solo, duo / group terbaik.

Gerald juga sukses merilis album dengan Hemiola Quartet “Oddventure” (22 November 2012), album kedua Sketsa, “Different Seasons” (22 Mei 2013, diproduseri oleh Tohpati) dan dengan Monita Tahalea & The Nightingales “Songs of Praise” (21 Agustus 2013, diproduseri oleh Indra Lesmana). Gerard juga pernah menerima penghargaan “Best Newcomer Artist” dengan Hemiola Quartet dari Jazz Goes To Campus ke-36, festival jazz tertua di Indonesia.

Album “Time is the Answer” yang dirilis bersama trio-nya, (7 Juni 2014) dinominasikan untuk 2014 Indonesia Cutting Edge Music Awards (ICEMA) dalam kategori “Best Jazz Track” dan duduk di “Indonesia Top 10 Album” selama 5 bulan dalam Rolling Stone Magazine Indonesia (September 2014 – Januari 2015).

Bergabung dengan BARASUARA pada tahun 2012, Gerald memainkan bass dan merilis album debut mereka “Taifun” pada 22 Oktober 2015. Rolling Stone Indonesia menempatkan album tersebut di nomor dua dalam daftar “20 Best Album Indonesia 2015” dan juga didaulat oleh CNN Indonesia sebagai “10 Best Indonesian Album of 2015”.

Bersama Barasuara, Gerald menerima “Best Live Act” dari Rolling Stone Indonesia Editors’ Choice Awards 2016 dan dinominasikan untuk “Breakthrough Artist of the Year” dan “Best Album of the Year” dari Indonesian Choice Awards 2016. Pada Desember 2015, Gerald juga sukses memproduseri album “Dandelion”, album kedua dari Monita Tahalea.

Kolaborasi juga pernah berkolaborasi dengan banyak musisi seperti, Tohpati, Erwin Gutawa, Indra Lesmana, Riza Arshad, Aksan Sjuman, Barry Likumahuwa, Raisa, Monita Tahalea, Agnez Mo, Efek Rumah Kaca, Matajiwa, Indra Aziz, Nikita Dompas, Mery Kasiman, Ayushita, Calvin Jeremy, Oran Etkin, Dimas Wibisana, Marco Steffiano, Ankadiov Subran, TP. Thomas, Aldhan Prasatya, Dimas Pradipta, Haris Pranowo, Fajar Adi Nugroho, Julian Marantika, Indra Perkasa, Alexander Sheykin, Martin Denev, Matthew Sayersz, Sandy Winarta, Shadu Rasjidi, Demas Narawangsa dan EchaSoemantri.

Diskografi :

– Sketsa – “Childhood’s Dream” (2010)

– Hemiola Quartet – “Oddventure” (2012)

– Sketsa – “Different Seasons” (2013)

– Monita Tahalea & the Nightingales – “Song of Praise” (2013)

– Gerald Situmorang Trio – “Time is the Answer” (2014)

– BARASUARA – “Taifun” (2015)

– Gerald Situmorang – “Solitude” (2016)

Editor: Yudho Raharjo.

Reporter: Muhammad Iqbal.

Foto: Davian Akbar.

Top