NAVIGATION

TREDNING POSTS

1 Flash News | News flash

Citi Indonesia Luncurkan Citi Simplicity

2 Articles | Flash News | Health | Lifestyle | News flash

Mitos Utama dalam Diet

3 Articles | Business | Community | Digital Marketing | Entrepreneur | Expert | Flash News | HR Management | News flash | Personal Branding

Talent dan Persaingan Global

17 Friday, November 2017

Talent dan Persaingan Global

Talent dan Persaingan Global

11
Era persaingan global yang kita hadapi akhir-akhir ini tidak hanya berbicara produk asing, tetapi juga persaingan dalam membangun dan mendapatkan talent yang mampu menunjang pencapaian tujuan organisasi. Berdasarkan survei yang dilakukan McKinsey & Co. terhadap 6.000-an responden di 77 perusahaan mengenai persaingan global, didapati bahwa hingga 20 tahun ke depan, sumber daya perusahaan bukan lagi modal, bahan baku, dan bahkan teknologi, melainkan talent yang mampu menjawab tantangan. Mereka ialah orang-orang pintar, melek teknologi, cerdik, dan tangkas bekerja. Kondisi ini membuat permintaan talent semakin meningkat dan belum berbanding lurus dengan ketersediaan talent.
Di Indonesia sendiri, persaingan mendapatkan talent yang mumpuni semakin terasa. Pertumbuhan bisnis yang semakin ekspansif ternyata kurang didukung dengan tersedianya talent yang mampu menjawab tantangan global. UniEX Consulting, salah satu perusahaan executive search company yang membantu perusahaan dalam mencari talent, melihat sekarang ini telah terjadi talent war yang akan berdampak pada keseimbangan dan keberlangsungan sistem serta sistem penggajian yang tidak wajar di dalam organisasi.

Dengan melihat situasi tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan komposisi talent dan pertumbuhan usaha.
1. Organisasi perlu lebih jeli dalam melakukan pemetaan terhadap potensi dan kompetensi karyawan, serta kesesuaian terhadap budaya dan nilai-nilai organisasi. Merekrut talent dari kompetitor secara masif pada akhirnya akan menimbulkan permasalahan baru bagi organisasi, seperti ketidakpuasan karyawan dan kematangan organisasi dalam mengembangkan karyawannya.
2. Kesadaran pribadi sebagai individu untuk senantiasa mau belajar dan meningkatkan diri, termasuk mengembangkan keahlian yang mampu menjawab tantangan. Sikap mudah puas dan merasa nyaman membawa individu ke dalam situasi perlambatan pertumbuhan pengetahuan, keahlian, dan karakter.
3. Ketersediaan wadah pengembangan kompetensi yang aplikatif sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan usaha pada institusi pendidikan yang terintegrasi dengan sistem pendidikan aktif, sehingga menghasilkan talent yang mampu menghadapi persaingan global.
Pertanyaan berikutnya ialah apakah organisasi saya sudah memiliki talent yang mampu menghadapi persaingan global? Apakah saya memiliki kriteria talent yang terpilih untuk menjawab tantangan tersebut?

Top