NAVIGATION

TREDNING POSTS

1 Articles | Flash News | Health | Lifestyle | News flash

Mitos Utama dalam Diet

2 Articles | Business | Community | Creative Junkie | Culinary | Culture | Digital Marketing | Directories | Events | Flash News | Lifestyle | News flash | Profesional | Tips

“Communication for Service Excellence&

3 Flash News | News flash | Product Info | Products | Technology

Smartphone Polytron, Lebih Aman dengan T

24 Sunday, September 2017

STRATEGI BCA DI ERA TEKNOLOGI DIGITAL

STRATEGI BCA DI ERA TEKNOLOGI DIGITAL

8
Beberapa tahun belakangan ini, financial technology atau yang lebih dikenal dengan fintech menjadi sebuah fenomena di industri perbankan di Tanah Air. Kehadiran fintech seakan memangkas segala keterbatasan yang dialami para pelaku industri perbankan, salah satunya Bank Central Asia (BCA). Bagaimana BCA menghadapi era teknologi digital yang semakin pesat?

Bagaimana Anda melihat potensi fintech di Indonesia?
Tugas utama kita ialah membantu nasabah dengan kehadiran teknologi di dunia perbankan yang membuat nasabah semakin nyaman dengan pelayanan kami. Apalagi sekarang, adanya e-ktp semakin memudahkan orang membuat rekening di bank. Hanya butuh waktu 10 menit, Anda sudah dapat membuat rekening.
Apakah BCA sudah mengimplementasikan digital teknologi?
Sekarang hampir di semua lini di BCA sudah bersentuhan langsung dengan teknologi, memang sudah kita arahkan. Melalui media sosial, kita juga dapat berkomunikasi langsung dengan nasabah, serta dapat mengedukasi masyarakat mengenai segala yang berkaitan dengan BCA.
Bagaimana pandangan Anda mengenai banyak start up fintech yang mengedepankan transparansi?
Kami tidak ada masalah, kami juga dituntut untuk selalu transparan. Menurut saya, semakin banyak start up fintech justru semakin bagus karena akan lebih melengkapi ekosistem di perbankan.
Apakah BCA akan melakukan revolusi digital?
Ada fintech ataupun tanpa hal tersebut, kita harus terus berevolusi. Ketika kita berhenti berubah, itu tandanya kita berhenti menjadi sebuah perusahaan. Begitu perubahannya berhenti, ya selesai sudah. Ketika ada start up atau perusahaan baru, ya kita belajar. Kita ambil sisi positifnya.
Inovasi apa yang dihadirkan BCA untuk nasabahnya?
Banyak inovasi yang kita hadirkan di BCA saat ini baik dari segi internal maupun eksternal. Beberapa waktu lalu, kita launching Sakuku. Namun, ada beberapa yang memang tidak kita market secara besar-besaran, yaitu Application Program Interface, untuk memudahkan perusahaan koneksi langsung dengan BCA. Jadi, start up-start up ini bisa terhubung dengan kami. Dan tidak hanya perusahaan fintech, bisa e-commerce untuk membantu pembayaran yang lebih lancar.

BCA selalu menghadirkan inovasi baru hampir setiap tahunnya. Sehingga investasi BCA di bidang IT memang cukup besar. Setiap tahunnya bisa mencapai ratusan miliar. Saya sulit mengatakan jumlahnya, tetapi berkisar di atas Rp500 miliar per tahun.
Apakah BCA membuka pintu kolaborasi dengan perusahaan di luar start up fintech?
Kalau memang ada yang bagus dan cocok dengan sistem kami, kami membuka pintu kerja sama dengan perusahaan mana pun. Kami di bank mempunyai keterbatasan di daerah yang ada cabangnya memang tidak masalah namun bagi yang belum ada cabang BCA akan sulit. Sebelumnya kita sudah pernah bekerjasama dengan koperasi, bank-bank kecil di daerah.

Kita sudah memiliki produk Laku, di tahun pertama , kita masih melakukan banyak percobaan. Saat ini belum, karena fokus kami di pembayaran, peran utama sebuah bank di pembayaran.
Ke depannya, apakah BCA akan melakukan transformasi besar-besaran?
Semua kembali ke ekosistem, pada akhirnya semua akan bertransformasi. Namun, ada yang bisa diteknologikan, ada pula yang tidak bisa. Yang tidak bisa diteknologikan seperti pertemuan antarmuka antara bank dengan nasabah, meski sudah ada dengan video tetapi berbeda.

Ada beberapa pekerjaaan yang memang tidak ada data digitalnya. Kami harus melihat langsung, misal pabriknya dan karakter nasabahnya seperti apa. Di negara mana pun, hal tersebut belum bisa digantikan teknologi.
Faktor keamanan menjadi elemen penting dalam fintech, bagaimana BCA menghadapi hal tersebut?
Dalam menjaga risiko, kita seperti produk perbankan lain. Kita bisa dengan block account kalau memang sebenarnya yang harus dijaga ialah bagaimana mengedukasi nasabah agar mereka paham menjaga keamanan perbankan sendiri. Karena dengan memberitahukan password atau aplikasi mobile banking ke orang lain, keamanan Anda akan terancam.

Keamanan dalam perbankan 90 persen berada di tangan nasabah. Kami berharap nasabah dapat meningkatkan kemampuan mengenai keamanan.

Top