NAVIGATION

TREDNING POSTS

1 Articles | Business | Community | Creative Junkie | Creative Junkie | Digital Marketing | Education | Entrepreneur | Events | Expert | Flash News | HR Management | Lifestyle | Marketing | Marketing | Money & Me | News flash | Profesional | Profile

FINTECH & PERUBAHAN GAYA HIDUP MODE

24 Sunday, September 2017

Peduli Pejuang Kanker Lewat Pinky Promise

Peduli Pejuang Kanker Lewat Pinky Promise

pinky

JAKARTA – Rumah produksi MPPro merilis film perdananya, “Pinky Promise” yang mengangkat kisah persahabatan para perempuan lintas usia menghadapi penyakit kanker payudara. Dirilisnya film ini bertepatan dengan bulan peduli kanker payudara international (Breast Cancer Awarness) yang selalu dperingati setiap bulan Oktober di seluruh dunia.

Digarap oleh Guntur Soeharjanto, sutradara sutdarara “99 Cahaya di Langit Eropa”, kisah “Pinky Promise” berawal dari kegagalan Tika (Agni Pratistha) yang lari dari permasalahan karier dan hubungan percintaannya dengan pindah ke rumah tantenya, Anind (Ira Maya Sopha) yang ternyata Anind tengah berjuang menghadapi kanker payudara.

Tika pun memutuskan untuk merawat tante kesayangannya itu. Namun bukannya beristirahat seperti kemauan Tika, Anind malah bersemangat untuk mendirikan Rumah Pink, sebuah rumah singgah untuk para pejuang kanker

Melalui Rumah Pink, Tika dan Anind bertemu dengan berbagai macam kisah perempuan pejuang kanker. Misalnya, Ken (Dhea Seto), seorang mahasiswi yang melamar jadi relawan Rumah Pink namun ternyata adalah pejuang kanker payudara yang tidak diizinkan menjalani kemoterapi oleh orangtuanya.

Adapula Baby (Alexandra Gottardo), seorang model seksi yang mengandalkan tubuh dan wajahnya namun hidupnya berubah setelah didiagnosa mengidap kanker payudara. Kemudian ada Vina (Dea Ananda), buruh cuci sekaligus ibu dari tiga anak yang tidak mau memeriksakan dirinya ke dokter walaupun sang suami, Farid (Ringgo Agus Rahman) sudah memaksanya.

Kelima perempuan berbeda latar belakang ini berusaha menghadapi permasalahannya di dalam Rumah Pink.

Melalui film ini, sang sutradara berharap para penonton bisa mengerti akan kanker payudara dan bagaimana penanganannya apabila terjadi pada orang-orang terdekat, bahkan pada diri sendiri.

“Ini film saya yang paling girly dan berkisah mengenai perjuangan perempuan menghadapi kanker payudara. Dengan dibalut sebuah drama yang sangat kuat di antara para karakter, semoga film ini bisa dinikmati penonton,” ujar Guntur setelah press screening “Pinky Promise” di Jakarta.

Bagi penulis skenario “Pinky Promise”, Gina S. Noer, film ini menjadi perjalanan personal baginya karena membahas tentang para penyintas kanker payudara, dimana ibunya sendiri juga merupakan salah satu penyintas

“Di sini kami bekerja sama dengan komunitas Lovepink, mereka menyediakan teman-teman para penyintas yang rela berbagi perjuangan mereka untuk dijadikan skenario. Mereka membagi kisah hidup mereka agar perempuan-perempuan lainnya bisa sehat dan berdaya,” ujar Gina.

Agni Pratistha berharap film ini dapat membawa dampak positif bagi setiap orang yang menontonnya.

“Saya berharap para penonton bisa berpikir apapun tantangan hidup yang dialami, setiap orang harus bisa kuat menghadapi agar hidup dapat berguna dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain,” ujarnya.

“Pinky Promise” juga dibintangi oleh Chelsea Islan, Maudy Koesnaedi, Derby Romero, Gunawan, Jajang C. Noer, dan Donny Alamsyah. Rencananya film ini akan diputar di berbagai bioskop Indonesia mulai 13 Oktober mendatang.

Top