NAVIGATION

TREDNING POSTS

1 Articles | Business | Community | Creative Junkie | Creative Junkie | Digital Marketing | Education | Entrepreneur | Events | Expert | Flash News | HR Management | Lifestyle | Marketing | Marketing | Money & Me | News flash | Profesional | Profile

FINTECH & PERUBAHAN GAYA HIDUP MODE

24 Sunday, September 2017

Investment Basics

Investment Basics

12

 

Untuk membantu memahami karakteristik dasar investasi, perlu dibedakan antara investasi pada kelas aset tetap dengan jenis kelas aset likuid. Sehingga sebelum memutuskan jenis investasi yang sesuai, perlu dipertimbangkan aspek likuiditasnya.
Dalam kelas aset likuid pun, ada beberapa angka yang dapat diingat 3 – 4 – 6 – 10 – 15 dalam membantu Anda menentukan strategi investasi Anda.
berjalan. Apa yang bisa diharapkan dari investasi obligasi ini? Adanya pendapatan bunga secara reguler di atas bunga deposito, memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan saham, dan memiliki prioritas pembayaran di atas saham apabila penerbit mengalami kebangkrutan.
Berinvestasi di saham merupakan alternatif berikutnya bagi investor yang memiliki profil risiko lebih agresif. Saham merupakan penyertaan kepemilikan dalam suatu perusahaan, di mana investor dapat menikmati dividen dan potensi kenaikan modal yang lebih tinggi. Pada saat yang sama, investor pun harus siap terhadap risiko likuiditas dan potensi penurunan/hilangnya modal, terutama saat kondisi perusahaan memburuk.
Jenis investasi berikutnya merupakan jenis investasi kolektif berupa reksadana. Reksadana merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan (kembali) dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Jenis reksadana pun cukup fleksibel karena mencakup berbagai jenis aset, seperti deposito, obligasi, dan saham. Keuntungan yang didapat pun berupa kenaikan modal. Walaupun mungkin reksadana tidak dapat memberikan keuntungan setinggi kelas aset satuan seperti saham, risiko investasi akan lebih terbagi dan terdiversifikasi.
Pastikan tingkat risiko yang Anda miliki sesuai dengan jenis investasi yang akan dipilih, dan lakukan diversifikasi aset karena tidak ada satu jenis kelas aset yang secara konsisten selalu membukukan keuntungan tertinggi.
Dengan mengetahui tingkat inflasi, secara otomatis Anda akan mencari jenis investasi yang mampu memberikan tingkat keuntungan di atas inflasi. Berdasarkan angka di atas, secara garis besar, jenis investasi dapat terbagi menjadi obligasi, saham, dan reksadana.
Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh korporasi ataupun pemerintah dengan tujuan pengumpulan modal melalui peminjaman. Penerbit akan membayar utang saat jatuh tempo, dan bunga (kupon) selama periode

Top