NAVIGATION

TREDNING POSTS

1 Flash News | News flash

Citi Indonesia Luncurkan Citi Simplicity

2 Articles | Flash News | Health | Lifestyle | News flash

Mitos Utama dalam Diet

3 Articles | Business | Community | Digital Marketing | Entrepreneur | Expert | Flash News | HR Management | News flash | Personal Branding

Talent dan Persaingan Global

17 Friday, November 2017

FINTECH & PERUBAHAN GAYA HIDUP MODERN

FINTECH & PERUBAHAN GAYA HIDUP MODERN

5
“Lima tahun ke depan akan terjadi perubahan bagaimana kita bertransaksi.“

Tak dapat dimungkiri, perkembangan teknologi saat ini semakin pesat dan tak terhindarkan. Kemajuan teknologi telah menjalar ke segala lini kehidupan sehingga mengubah gaya hidup masyarakat yang lebih modern.

Salah satu perkembangan teknologi yang sangat terasa ialah di dunia perbankan dengan istilah fintech atau yang dikenal dengan financial technology. Perubahan tersebut juga dirasakan oleh Adrian A. Gunadi, Co-founder & Chairman Investree. Adrian menuturkan perkembangan fintech di Tanah Air mendapat respons positif dari para pelaku bisnis perbankan. Terbukti saat ini semakin banyak layanan fintech yang ditawarkan lembaga keuangan ataupun para start up.
Pria yang telah berkecimpung di industri perbankan lebih dari satu dekade ini menilai meningkatnya penggunaan smartphone membuat minat masyarakat untuk datang langsung ke bank semakin hari semakin menurun. Kemudahan yang ditawarkan teknologi digital membuat masyarakat beralih melakukan transaksi melalui smartphone-nya.

Berdasarkan studi McKinsey, fenomena pergeseran gaya hidup masyarakat modern dapat terlihat dari persentase penggunaan layanan yang berbasis digital banking yang mencapai 40 persen saat ini.
“Dari awal, saya melihat orang semakin hari semakin malas datang ke bank. Sekarang semua orang sudah menggunakan smartphone,” ucap Adrian pada Market+.
Menurut pengamatannya, telah terjadi pergeseran gaya hidup di dunia perbankan. Menurutnya, saat ini pengguna layanan fintech di Tanah Air berasal dari kalangan muda. Ia memprediksi dalam beberapa tahun ke depan, modernisasi akan semakin berkembang.
Banyak hal yang membuat perkembangan FinTech mampu memengaruhi gaya hidup masyarakat dunia. Alasan-alasan tersebut membuat bidang FinTech terus tumbuh menjadi sebuah kebutuhan baru bagi masyarakat.

“Yang akan menjadi consumer fintech usianya di kalangan 25 tahun ke atas, berbeda dengan generasi sebelumnya yang masih suka datang ke bank. Lima tahun ke depan akan terjadi perubahan bagaimana kita bertransaksi,” ungkapnya.

Ke depannya, masyarakat akan semakin membutuhkan layanan keuangan yang sederhana dan mudah diakses menyesuaikan dengan gaya hidup masyarakat modern yang mengandalkan kecepatan akses, termasuk salah satunya akses dalam bertransaksi.

Adrian berkeyakinan, Investree dapat menjadi solusi keuangan yang tepat di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Investree adalah peer-to-peer marketplace yang mempertemukan pemberi pinjaman dengan peminjam secara online. Fintech dengan skema P2P lambat laun akan menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan pinjaman berikut juga investasi.

“Indonesia membutuhkan solusi keuangan yang lebih sederhana dan mudah diakses. Kalau melalui bank, butuh waktu dan proses,” pungkasnya.

Per Juni 2016, Investree telah menyalurkan pinjaman dari lender senilai Rp13,9 miliar. Hingga Juni 2017, Investree menargetkan bisa menggelontorkan pinjaman sampai Rp100 miliar. Dengan pengalaman setiap Founder dan Co-founder, Investree berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik bagi penggunanya. Tak hanya didukung dengan teknologi untuk transaksi dan pencatatan, layanan Investree juga didukung oleh analisis manajemen risiko yang tinggi.

Top